Letter to Heaven

9:46 PM

Dear Mbak Ita,

Halo, Sis. Apa kabar? Sudah sampai di surga belum? Bila sudah, pasti senang ya... Gak terasa sudah masuk minggu keempat sejak Mbak dipanggil Tuhan. Cepat ya, sampai masih tidak percaya kalau Mbak sekarang sudah gak bisa aku telepon lagi untuk ditanya soal Nasi Goreng Sonetha enak yang sampai sekarang belum sempat aku beli.

You know, everything happened between us. Me and you. My family and your family. But, beside that, I feel so deeply sad that you're no longer in between us. Although, we know that you're still here, inside of our heart.

Banyak cerita yang terjadi setelah Mbak pergi. Mulai dari Savina yang sudah bisa sebut 'nenek'', sampai sekarang dia juga lagi asyik duduk di sepedanya sambil minta didorong-dorong. Savina sudah lebih anteng daripada beberapa hari setelah hari meninggalnya Mbak, walau kalau malam harus nunggu semua orang pulang dan pakai nangis dulu kalau mau tidur. Sisanya? She's a nice lil girl, well I think the best I've never seen in my life.

Saat menulis ini, Savina lagi ngoceh gak jelas sambil lari-larian kesana kesini dan bikin semua orang gemas bukan main. Dia sekarang sudah bisa sebutin banyak binatang, buah sampe anggota tubuh. Plus, dia sudah bisa jawab dan lawan aku pas aku kasih tahu dia yang benar. Kata Mama sih dia persis aku pas masih kecil, bedanya, aku sampai naik-naik meja, dia belum. Hihi ><

Dulu Mbak pernah bilang, kalau nanti Savina mau diajak belajar Taekwondo dan harus jadi anak yang bahasa inggrisnya super pinter. Well, I think I will try to make it real. Aku yang bakal daftarin dia kelas Taekwondo dan ajarin dia bahasa inggris sampai bisa ngobrol sama bule.

Kalau soal Mas Yudi, he's good, Mbak. He's pretty good. I never thought that he can be that strong to handle anything, although I know sometime he's not. Hari ini, aku bantuin Mas Yudi untuk ngerapiin semua baju-baju dan barang-barang Mbak. I saw something on his face, I saw he's sad, but... he's still good. But since that day, now I see him with another point of view. I see him as my brave, strong and lovely brother. Well, you know I was never acting nice in front of him, but now, I want him to feel like he's not alone. He has me, Mom and also, si Kutil (baca: Savina). Dan setelah ini, aku akan pastiin Mas Yudi bisa jadi Duda Keren. Tenang aja.

Well, sis, I start missing you. I hope you're in a really good place now, with a lot of angels around you and you must be good with God. Please, take care of yourself. Banyakin makan. Karena tadi pas aku lihat baju-baju Mbak, kenapa kecil banget ya? Tolong pastiin aku bisa pangling ya pas kita ketemu lagi. See you again, Sis.

Jakarta, 11 Oktober 2016
Di tengah suara takbir malam Idul Adha.

Nb: The picture above is the last time we take a pic together. It was on Eid Mubarak. I don't have any pic of you. Sebenarnya mau minta foto Mbak yang sendiri ke Mas Yudi, tapi rada gak enak mintanya. Jadi, foto ini aja ya. And... I love this pic so much!

You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Recent Post