Teruntuk dikau,
Wahai Pria yang selalu ada.
Kita tidak pernah memulai
Tapi kita selalu berakhir
Kita tidak pernah sepakat mencinta
Tapi kita selalu jatuh dengan hati patah
Teruntuk dikau,
Wahai Pria yang selalu melihat.
Kita selalu bercerita tanpa batas
Tapi kita selalu terbentur rasa setinggi pagar
Kita selalu menatap tanpa berkedip
Tapi kita selalu merasa perih di mata
Teruntuk dikau,
Wahai Pria yang selalu di sini.
Kita tidak pernah pergi
Tapi kita selalu tidak pernah bersama
Kita tidak pernah melepas
Tapi tangan ini juga tidak menggenggam apapun
Teruntuk dikau,
Wahai Pria yang memegang kunci.
Kita selalu memimpikan pagi
Tapi kita lupa bahwa malam masih panjang
Kita selalu memimpikan sarapan
Tapi kita lupa bahwa makan malammu bahkan belum saya buat
Jakarta, 28 Agustus 2017
Saya.
- 12:14 AM
- 0 Comments
