Still see it. She does see it. Clearly. Sama persis seperti pria yang dia lihat beberapa tahun lalu. Dan dia masih melihat pria yang membuatnya jatuh cinta dan mengapa ia bisa hidup dengan selalu jatuh cinta.
Ia kesal. Lelah. Kenapa ia masih melihat pria yang sama, bahkan saat semua orang bilang bahwa dia berhak memilih di antara banyak yang terbaik. Dadanya sesak, bahkan setelah berusaha untuk tetap bernapas teratur. Dadanya tetap sesak melihat pria yang dulu selalu mencium matanya sebelum pulang. Dadanya tetap sesak melihat pria yang dulu selalu dipinjam dadanya untuk menangis, bahkan berlelah-lelah.
Seorang teman bilang, bahwa pria ini amat menyayanginya. Dengan mudah ia bisa bilang "bila dia sayang sama saya, saya sayang dan mencintai dia 1000, bukan. 2000 kali daripada siapapun yang ada di sepanjang hidup dan di sekeliling dia. Dia tahu itu."
Iya, ia masih percaya bahwa si pria tidak pernah meragukan seberapa besar rasa sayang itu. Tapi, ini bukan lagi masalah sayang atau tidak...
Untuknya, ketidakbersamaan ini ada bukan karena sudah tidak saling sayang. Ia takut, untuk hampir mati kedua kalinya. Dia pernah hampir mati. Sekali. Merasa semua hal di hidupnya runtuh. Harus melewati sakit yang teramat sangat dan berjuang dengan tidak bergantung pada siapa pun lagi. Bahkan kepada sang pria. Dia pernah hampir mati. Dan dia tidak mau lagi.
Ia mulai percaya bahwa bukan pria itu yang berubah, dia tidak pernah berubah. Dia membuktikannya malam ini, dengan pandangan yang sama seperti yang ia dapatkan beberapa tahun lalu. Dia sadar bahwa pria itu masih tetap sama, namun pria itu berusaha menyesuaikan dan masih semangat dengan penyesuaian, sehingga akhirnya pria itu lelah dan memilih menjadi dirinya sendiri.
Iya, dia sadar. Pria itu masih pria yang sama dengan pria yang memayunginya dengan jaket kala hujan. Pria yang sama dengan pria yang menjaganya untuk tetap bertahan dalam keadaan sakit melewati hujan. Pria yang sama dengan pria yang berjanji untuk menjadi pria yang akan memeluknya erat setiap malam kelak.
Pria itu masih sama. Tapi dia tidak mau hampir mati untuk yang kedua kalinya. Karena dia sudah berusaha untuk tetap hidup dan bahagia hingga sekarang, tanpa pria itu, sama sekali.
Jakarta, 18 Mei 2016
- 11:11 PM
- 0 Comments
