In the morning when I wake
And the sun is coming through,
Oh, you fill my lungs with sweetness,
And you fill my head with you. 🎶
Entah apa yang ada dipikiran saya tadi malam. Saya memilih untuk mengganti ringtone alarm saya dengan lagu The Paper Kites ini. Iya, lagu favorit saya beberapa waktu belakangan. Oh tidak, sudah lama. Tapi menjadi sangat mengena di hati beberapa waktu ini.
Untuk pertama kalinya, saya terbangun dengan mendengar lagu ini. Dengan seluruh gorden masih tertutup rapat, dinginnya AC masih melekat tajam ke tulang dan selimut yang setengah terurai ke lantai. Satu lagi, saya terbangun dengan dada penuh dengan rasa ingin tahu. Apa lagi setelah ini?
Ya, ini tentang seseorang yang beberapa waktu ini menjadi pemasok utama untuk kupu-kupu yang mengacau di perut saya. Membuat geli setiap sisinya, membuat saya tidak tahan untuk selalu tersenyum dan terbang memental jantung saya bisa begitu berdegup kencang hanya dengan membuka chatnya di pagi hari.
Tidak seperti biasanya, pagi ini, saya terbangun lebih pagi. Atau mungkin dia yang terlambat bangun. Intinya, tidak ada chat yang masuk dengan nama itu di ponsel saya. Masih tidur pasti. Biarlah, kasihan dia, begitu lelah semalam berdebat dengan begitu banyak orang tua.
Can I be close to you? Ooh-oo-oo-ooh, ooh
Can I be close to you? Ooh, ooh.
Senyum saya kembali tertarik saat mendengar bagian ini. Iya, bisa kah saya dekat dia kamu. Karena rasanya begitu nyaman, seperti tidak ingin pulang. Iya, kalau ini mimpi, saya tidak ingin cepat pulang. Saya akan bilang Ibu saya bahwa saya sedang meneduh menunggu hujan reda, biar berbohong dalam mimpi.
Terasa mudah caranya. Terasa cepat waktunya. Namun, terasa bahagia adanya. Lagi-lagi, pertanyaan yang sama muncul. Apa lagi setelah ini?
Sudah hampir jam delapan pagi. Dia harus bangun. Saya ambil ponsel saya, menuju call log bagian favorite, karena dia jadi orang kedua setelah Ibu saya yang kerap kali menjadi sasaran telepon saya.
"Halo," sapa saya.
"Halo, iya iya kenapa sayang?" jawabnya dengan suara parau.
Lagi-lagi, kupu-kupu ini kembali liar. Biarlah, saya bersedia dikacaukan lagi oleh mereka. Dengan senang hati.
- 11:12 PM
- 0 Comments
